<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>JaringKawan.org</title>
	<atom:link href="http://jaringkawan.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jaringkawan.org</link>
	<description>JejARING psiKososial dan kesehatAn jiWa dalam penAnggulangan beNcana</description>
	<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 17:54:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 2010!</title>
		<link>http://jaringkawan.org/jaringkawan/selamat-tahun-baru-2010/</link>
		<comments>http://jaringkawan.org/jaringkawan/selamat-tahun-baru-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 17:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster Jaringkawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[jaringkawan]]></category>

		<category><![CDATA[tahun 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaringkawan.org/jaringkawan/selamat-tahun-baru-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat tahun baru 2010!!!
Semoga di tahun yang baru ini, kita semua dapat lebih bekerja sama dan berguna bagi orang dan lingkungan di sekitar kita! 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat tahun baru 2010!!!<br />
Semoga di tahun yang baru ini, kita semua dapat lebih bekerja sama dan berguna bagi orang dan lingkungan di sekitar kita! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaringkawan.org/jaringkawan/selamat-tahun-baru-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Telah Terbit: Edisi Perdana Buletin JARING KAWAN</title>
		<link>http://jaringkawan.org/jaringkawan/telah-terbit-edisi-perdana-buletin-jaring-kawan/</link>
		<comments>http://jaringkawan.org/jaringkawan/telah-terbit-edisi-perdana-buletin-jaring-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 16:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster Jaringkawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[jaringkawan]]></category>

		<category><![CDATA[buletin]]></category>

		<category><![CDATA[oktober 2009]]></category>

		<category><![CDATA[perdana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaringkawan.org/jaringkawan/telah-terbit-edisi-perdana-buletin-jaring-kawan/</guid>
		<description><![CDATA[Buletin JARING KAWAN edisi perdana Oktober 2009 telah terbit atas kontribusi teman-teman anggota JARING KAWAN:
1.	dr. Pandu Setiawan, Sp.KJ
2.	Anne Ivanna Syafhan
(Depkes RI)
3.	teman-teman Sekretariat JARING KAWAN
Silahkan mengunduh buletin ini di area &#8220;Download&#8221; &#62; &#8220;Others&#8221;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buletin JARING KAWAN edisi perdana Oktober 2009 telah terbit atas kontribusi teman-teman anggota JARING KAWAN:<br />
1.	dr. Pandu Setiawan, Sp.KJ<br />
2.	Anne Ivanna Syafhan<br />
(Depkes RI)<br />
3.	teman-teman Sekretariat JARING KAWAN<br />
Silahkan mengunduh buletin ini di area &#8220;Download&#8221; &gt; &#8220;Others&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaringkawan.org/jaringkawan/telah-terbit-edisi-perdana-buletin-jaring-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>AGENDA NOVEMBER DAN DESEMBER 2009</title>
		<link>http://jaringkawan.org/jaringkawan/agenda-november-dan-desember-2009/</link>
		<comments>http://jaringkawan.org/jaringkawan/agenda-november-dan-desember-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 15:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster Jaringkawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[jaringkawan]]></category>

		<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<category><![CDATA[Desember 2009]]></category>

		<category><![CDATA[November 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaringkawan.org/jaringkawan/agenda-november-dan-desember-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Agenda JARING KAWAN bulan November 2009 adalah:
- Menempatkan 2 orang perwakilan JARING KAWAN di Padang untuk mendukung respon gempa Sumatera Barat
- Ikut serta dalam Regional Workshop Action for Effective Management of Post-Disaster Recovery di Yogyakarta
- Pertemuan Koordinasi Respon Gempa Jawa Barat di Bandung.
- Presentasi paper JARING KAWAN berjudul “Synergy of the Humanitarian Works on Psychosocial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agenda JARING KAWAN bulan November 2009 adalah:<br />
- Menempatkan 2 orang perwakilan JARING KAWAN di Padang untuk mendukung respon gempa Sumatera Barat<br />
- Ikut serta dalam Regional Workshop Action for Effective Management of Post-Disaster Recovery di Yogyakarta<br />
- Pertemuan Koordinasi Respon Gempa Jawa Barat di Bandung.<br />
- Presentasi paper JARING KAWAN berjudul “Synergy of the Humanitarian Works on Psychosocial and Mental Health Aspect in Disaster Response” dalam 4th Annual International Workshop &amp; Expo on Sumatra Tsunami Disaster &amp; Recovery (AIWEST-DR) di Banda Aceh<br />
- Pertemuan Working Group Pengembangan Jejaring<br />
- Regular Meeting terakhir bagi seluruh Anggota JARING KAWAN di tahun 2009</p>
<p>Agenda JARING KAWAN bulan Desember 2009 adalah:<br />
- Pelatihan Pendampingan Individual Pasca Bencana<br />
- Penyusunan hasil pembelajaran JARING KAWAN dalam respon gempa Jawa Barat dan Sumatera Barat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaringkawan.org/jaringkawan/agenda-november-dan-desember-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>POLLING JARING KAWAN 1</title>
		<link>http://jaringkawan.org/jaringkawan/polling-jaring-kawan-1/</link>
		<comments>http://jaringkawan.org/jaringkawan/polling-jaring-kawan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 05:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster Jaringkawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[jaringkawan]]></category>

		<category><![CDATA[hambatan]]></category>

		<category><![CDATA[pertemuan]]></category>

		<category><![CDATA[polling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaringkawan.org/jaringkawan/polling-jaring-kawan-1/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 3 Agustus 2009 Tim Sekretariat mengadakan Polling SMS dengan topik ”Hambatan Untuk Hadir Dalam Pertemuan Jaring Kawan”. Dari 107 orang anggota Jaring Kawan, hanya ada 60 orang anggota Jaring Kawan yang menjawab polling SMS. Berikut adalah hasil polling SMS tersebut.
Sejumlah 9% responden menjawab bahwa ia selalu hadir dalam pertemuan. Kemudian sejumlah 15 % [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 3 Agustus 2009 Tim Sekretariat mengadakan Polling SMS dengan topik ”Hambatan Untuk Hadir Dalam Pertemuan Jaring Kawan”. Dari 107 orang anggota Jaring Kawan, hanya ada 60 orang anggota Jaring Kawan yang menjawab polling SMS. Berikut adalah hasil polling SMS tersebut.<br />
Sejumlah 9% responden menjawab bahwa ia selalu hadir dalam pertemuan. Kemudian sejumlah 15 % menjawab karena jarak, 20% biaya, 3 % agendanya tidak menarik, 15% terlambat tahu karena jarang buka email, dan 38% alasan lainnya.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-285" src="http://jaringkawan.org/files/2009/08/polling-1.jpg" alt="Proporsi Jawaban Polling 1" width="672" height="262" /></p>
<p>Alasan lainnya ini, meliputi:<br />
- Kesulitan ijin kantor (8%)<br />
- Kegiatan padat (20%)<br />
- Bentrok dengan kegiatan lain (44%)<br />
- Tidak pernah dapat undangan (4%)<br />
- Jarak antar pertemuan terlalu dekat (4%)<br />
- Waktu pertemuan terlalu lama (lebih dari 2 hari) (12%)<br />
- Terikat dengan institusi yang tidak berkaitan dengan isu Psikososial dan Kesehatan Jiwa (8%)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaringkawan.org/jaringkawan/polling-jaring-kawan-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>INTERVENSI KRISIS: PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL</title>
		<link>http://jaringkawan.org/jaringkawan/intervensi-krisis-perspektif-pekerjaan-sosial/</link>
		<comments>http://jaringkawan.org/jaringkawan/intervensi-krisis-perspektif-pekerjaan-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 15:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster Jaringkawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[jaringkawan]]></category>

		<category><![CDATA[intervensi krisis]]></category>

		<category><![CDATA[pekerja sosial]]></category>

		<category><![CDATA[PFA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaringkawan.org/jaringkawan/intervensi-krisis-perspektif-pekerjaan-sosial/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Erwin Novianto (SWPRC)
Seorang psikolog diantara jeda dalam pelatihan PFA beberapa waktu lalu bertanya, bagaimana Pekerja Sosial (social Work) dapat membantu dan berperan efektif dalam tim yang multidisplin untuk mengatasi masalah psikososial dalam situasi darurat.  Tentu saja pertanyaan ini sangat penting untuk ditanggapi, khususnya bagi profesi pekerja sosial yang tengah tumbuh untuk mampu berkontribusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Erwin Novianto (SWPRC)</p>
<p>Seorang psikolog diantara jeda dalam pelatihan PFA beberapa waktu lalu bertanya, bagaimana Pekerja Sosial (social Work) dapat membantu dan berperan efektif dalam tim yang multidisplin untuk mengatasi masalah psikososial dalam situasi darurat.  Tentu saja pertanyaan ini sangat penting untuk ditanggapi, khususnya bagi profesi pekerja sosial yang tengah tumbuh untuk mampu berkontribusi dalam penanganan dampak krisis, baik dalam pengertian krisis akibat bencana alam ataupun bencana sosial.</p>
<p>Sebagai profesi yang relatif muda, praktek pekerjaan sosial masih sering disalahpahami sebagai tindakan kesukarelaan. Padahal profesi pekerjaan sosial tumbuh dan berkembang dengan landasan pengetahuan, ketrampilan dan nilai yang kuat. Hingga tindakan praktek pekerjaan sosial dalam aras intervensi mikro (pertolongan kepada  individu), mezzo (bekerja dengan kelompok) dan makro (bekerja dengan masyarakat) selalu didasarkan tidak hanya oleh pengetahuan mendalam dan ketramplian khusus tapi juga dibimbing oleh nilai nilai praktek yang perlu dipertanggungjawabk an. Hal ini berbeda dengan pekerjaan sosial yang banyak dipahami masyarakat, sebagai tindakan pertolongan spontan dan didorong oleh motivasi keagamaan atau nilai nilai kemanusian.</p>
<p>Dalam konteks intervensi krisis maka praktek pekerjaan sosial yang bekerja dalam satu tim dengan profesi lain, seperti dokter, psikolog, perawat kesehatan jiwa dan paraprofesional lainnya perlu dengan jelas mengungkapkan pengetahuan mendasar, ketrampilan khusus dan nilai apa yang menjadi landasan mereka bekerja dalam tim yang multidispliner.</p>
<p>Tulisan singkat yang serba sederhana ini ingin mengungkap hal tersebut diatas agar dapat memberikan pemahaman kepada rekan profesional lainnya dalam mengembangkan tim psikososial yang tanggung.</p>
<p>Asumsi mendasar : Keberfungsian Sosial</p>
<p>Tugas utama profesi pekerja sosial adalah membantu individu, kelompok dan masyarakat untuk berfungsi sosial. Keberfungsian sosial dipahami sebagai sebuah kondisi dimana individu, kelompok dan masyarakat puas dengan dirinya sendiri, puas dengan peran peran dalam kehidupannya dan puas dengan hubungnnya dengan orang lain (lihat misalnya dalam Thakeray, Faley &amp; Skidmore, 1994). Segitiga keberfungsian sosial inilah yang melandasi praktek pekerjaan sosial dalam berbagai konteks intervensi (mikro, mezzo dan makro).</p>
<p>Sebagai contoh, dalam perspektif ini;  situasi bencana alam dan sosial dipandang sebagai situasi dimana individu, kelompok dan masyarakat mengalami rawan atau mala-adaptif  keberfungsiaan sosial. Dimana suatu sistem atau populasi diperkirakan tidak mampu memanfaatkan sumber sumber personal, interpersonal dan kelembagaan ketika menghadapi kerusakan fisik, emosional dan sosial secara tiba tiba. Dititik inilah, praktek pekerjaan sosial berfungsi untuk mengembalikan kemampuan individu, kelompok dan masyarakat agar kembali mampu mengakses sumber daya personal, interpersonal dan sosial dalam mengatasi atau mengurangi masalah yang terkait dengan kehilangan kemampuan fisik (kecacatan), psikis (trauma) dan/atau sosial (ketunaan).</p>
<p>Intervensi Pekerjaan Sosial</p>
<p>Untuk mengembalikan keberfungsian sosial inilah, intervensi pekerjaan sosial memiliki ke khas-annya. Jika intervensi psikolog lebih berfokus pada masalah kejiwaan atau profesi medis menitik beratkan pada aspek kesehatan fisik, maka pekerjaan sosial berfokus pada aspek biopsikososial. Artinya intervensi pekerjaan sosial akan dilandasi kerangka pemikiran yang menempatkan kompleksitas masalah penyintas dalam hubungan timbal baliknya dengan lingkungannya. Sistem manusia-dalam- lingkungan atau yang lebih dikenal sebagai person in environment (PIE) ini menjadi suatu metode untuk menjelaskan, mengklasifikasikan dan mengkoding masalah umum yang akan dilayani pekerjaan sosial (James M Karls, 2008). Bagi pekerja sosial PIE dapat dianalogikan dengan DSM (Diagnostic and Statistical Manual IV-TR) bagi psikiatri atau ICDM (Internasional Classification of Diseases) untuk kedokteran umum.</p>
<p>PIE membantu pekerja sosial dalam merencanakan intervensinya bagi penyintas melalui sistem 4 faktor dimana masing masing faktor mendeskripsikan unsur dalam situasi masalah penyintas. Keempat  faktor tersebut adalah :</p>
<p>I.  Masalah dalam peran berfungsi sosial. Mencakup masalah peran sosial, jenis masalah, keparahan dan lama masalah, serta kapasitas penyintas untuk mengatasinya</p>
<p>II. Masalah dalam lingkungan. Menjelaskan lingkungan yang mempengaruhi fungsi sosial penyintas</p>
<p>III.       Masalah kesehatan jiwa  yang dialamai penyintas</p>
<p>IV.      Masalah kesehatan fisik yang derita penyintas .</p>
<p>Dalam penerapannya di situasi riil, keempat faktor PIE ini membantu efektifitas pekerjaan sosial dalam bekerja didalam tim bantuan psikososial. Melalui langkah langkah bantuan dalam memfasilitasi pencatatan penemuan assessment untuk mengidentifikasikan masalah terkait dengan indikasi gangguan interaksi sosial atau peran sosial, jenis masalah, keparahan masalah, indikasi lama masalah dan keputusan klinis (faktor 1); identifikasi masalah dalam lingkungan penyintas terkait dengan lembaga sosial yang ada, yakni sistem ekonomi/kebutuhan dasar, sistem pendidikan/pelatiha n, sistem yuridis, sistem kesehatan, kesejahteraan dan keamanan, sistem asosiasi sukarela, dan sistem dukungan afeksi (Faktor 2), mendaftar masalah kesehatan jiwa penyintas menggunakan aksis 1 dan 2 dalam DSM dan membantu sumber diagnosis (Faktor 3), dan mendaftar masalah kesehatan fisik sebagaimana didiagnosa oleh dokter dan dilaporkan oleh penyintas.</p>
<p>Tentu saja dalam tindakan intervensinya langkah langkah ini diterjemahkan oleh pekerja sosial menjadi 7 tahap intervensi krisis (Roberts, 1990) berupa mengakses kebutuhan mendesak dan makna krisis bagi penyintas, mengembangkan kepercayaan, pengembangan metode dalam situasi buruk, dukungan perasaan nyaman, penjajagan alternative dalam penyesuain diri secara cepat, merumusakn rencana tindaklanjut dan pengembangan sistem rujukan.</p>
<p>Demikianlah sekilas bantuan yang dapat dilakukan oleh profesi pekerja sosial dalam penangganan masalah penyintas dalam berbagai situasi kedaruratan. Semoga Bermanfaat.  (Erwin Novianto, Social Work Practice Resource Center/SWPRC)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaringkawan.org/jaringkawan/intervensi-krisis-perspektif-pekerjaan-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
