PERLU UU MITIGASI BENCANA

12:11 in Artikel by Webmaster Jaringkawan

“Dalam tahun ini saja, sudah ada 100 kali gempa di atas 5 skala Richter mengguncang”

VIVAnews – Usulan yang dilontarkan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief mengenai penyiapan sistem mitigasi bencana ditanggap positif oleh kalangan pakar gempa. Wahyu Triyoso PhD, ahli gempa dan seismologis dari Institut Teknologi Bandung, mengungkapkan perlunya sebuah undang-undang mitigasi bencana.

UU ini nanti menjamin sistem mitigasi bencana yang terintegrasi di Indonesia yang rawan gempa. Data menunjukkan bahwa sejak Januari 2010, terdapat lebih dari 100 kali gempa berkekuatan di atas 5 skala Richter di Indonesia.

Pemerintah, kata Wahyu, harus memastikan adanya studi atau riset yang kontinyu mengenai bencana. Menurut Wahyu, beberapa topik riset tentang gempa mendesak untuk dilakukan dalam waktu dekat. Topik-topik riset itu antara lain, riset tentang sesar aktif dan geologi kwarter, riset kegempaan untuk identifikasi probable sumber gempa besar dan aspeknya, seperti deformasi, vibrasi dan atenuasi. Selain itu, juga riset paleo eartquake dan kaitannya dengan tsunami.

“Riset-riset bencana itu harus menjadi agenda jangka panjang,” ujarnya. “Selain untuk menginventarisasi potensi bencana gempa, hasil riset juga dapat menjadi bahan untuk menyusun platform rencana pembangunan daerah-daerah yang berada di zona patahan aktif. Karena itu, DPR harus mulai memikirkan UU Mitigasi Bencana dan mengalokasikan anggaran lebih besar bagi program mitigasi gempa.”

Sebelumnya Andi Arief menyatakan sistem peringatan dini dan kesiapan tanggap darurat perlu disempurnakan dengan penyiapan sistem mitigasi bencana. Indonesia berada dalam kondisi geografis yang rawan bencana, khususnya gempa, sehingga perlu sebuah sistem mitigasi bencana yang terencana dan terpadu.

“Idealnya, Indonesia memiliki Undang-Undang Mitigasi Bencana. Sebelum itu terwujud, kita perlu membuat sebuah pedoman mitigasi bencana secara nasional,” kata dia. [Arfi Bambani Amri]

[diunduh pada tanggal 12 April 2010 dari www.vivanews.com]

PrintFriendly
EmailShare